"MOROWALI SEPERTI ZAMAN PENJAJAHAN (dijajah secara modern)"
Sebelum Almarhum Presiden Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, kita pernah dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang yang sekarang seperti kawan bagi mereka para pemimpin bangsa ini. Padahal kalau kita melihat dari latar belakang sejarah bangsa ini, para penjajah sangat keji dan biadab memperlakukan rakyat yang tak berdosa.
Sistem kerja yang dilakukan dua bangsa ini pada zaman penjajahan adalah Sistem Kerja Rodi/tanam paksa (Belanda) dan Rhomusa (Jepang), sistem ini sama-sama menyengsarakan rakyat Indonesia dan sama-sama dilaksanakan tanpa memperhatikan hak dan kewajiban atas rakyat. Sistem kerja rodi bertujuan untuk menguras Sumber Daya Alam Indonesia sedangkan Rhomusa bertujuan untuk memeras Sumber Daya Manusia Indonesia.
Tidak jauh beda dengan kondisi Pertambangan yang ada di Morowali, hanya saja kolonialisme-nya lebih modern. Berbagai macam jenis "SARA" telah tertampung di Morowali hanya untuk bisa melanjutkan hidup. Lain halnya dengan para pekerja asing (CHINA) yang menurut di negaranya sendiri mereka adalah kelompok-kelompok yang miskin dan seketika mengencingi tanah morowali mereka adalah orang-orang yang elit yang hidup subur ditanah MOROWALI.
Dengan adanya tambang di Morowali banyak masyarakat sangat terbantu dari segi ekonominya, namun di balik itu sedikit demi sedikit harta morowali di ambil secara tertutup bersama para "oknum-oknum hitam". Masyarakat terlalu terlena tidak pernah melihat kebelakang dan tidak pernah melihat kedepan bagaimana kehidupan anak cucu morowali nantinya.
Kasus demi kasus semakin viral di dunia maya, mulai dari pelarangan umat muslim untuk sholat jumat pada saat jam kerja, tanpa kita sadari bahwa kita telah diperintah/diatur(dijajah) oleh bangsa penumpang, sementara kita adalah tuan kapal. Dan Masih banyak lagi kasus-kasus yang telah viral namun kasus itu dari "oknum-oknum hitam" pemerintahan.
Melihat apa yang terjadi di pertambangan MOROWALI kita telah dijajah secara modern. Sesuai dengan perkembangan IPTEK/sesuai dengan zamannya.
Pesan moral dari saya adalah
"Jangan mau diperalat oleh bangsa asing, ini tanah air kita. Tanah air titipan para leluhur kita, untuk kita jaga dan kita persatukan"
#Muhammad_Fahrin
#Salam_History
